Forum Ikatan Vespa Indonesia

Tempat tukar Informasi para Vespamania Indonesia
 
IndeksIndeks  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  PendaftaranPendaftaran  GroupGroup  Login  

Share | 
 

 Suka menerobos lampu merah?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
thetopan
Vespa Team Junior
avatar

Jumlah posting : 604
Age : 37
Localisation : Bandung - Jakarta - Padang - Yogyakarta
Registration date : 02.11.10

PostSubyek: Suka menerobos lampu merah?   Fri 31 Dec 2010 - 17:35

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Topan segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama.

Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Topan berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Topan bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja.

"Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya sambil terus melaju.
Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti.

Topan menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.

Hey, itu khan Arfan, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Topan agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

"Hai, Arfan. Senang sekali ketemu kamu lagi!"
"Hai, Topan." Tanpa senyum.
"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah."

"Oh ya?" Tampaknya Arfan agak ragu.
Nah, bagus kalau begitu. "Arfan, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."
"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya aku sering memperhatikanmu menerobos lampu merah di persimpangan ini."

O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Topan harus ganti strategi.

"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning
masih enyala." ... Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
"Ayo dong Topan. Aku melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu."

Dengan ketus Topan menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Arfan menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Arfan mengetuk kaca jendela. Topan memandangi wajah Arfan dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima senti sudah cukup untuk memasukkan surat tilang.Tanpa berkata-kata Arfan kembali ke posnya.

Topan mengambil surat tilang yang diselipkan Arfan di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Topan membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Arfan.

"Dear Topan,
Tahukah kamu Topan, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Topan. Doakan agar permohonan kami terkabulkan.
Berhati-hatilah.

Salam,
Arfan


Topan terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Arfan. Namun, Arfan sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.


Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.


*mohon maaf apabila terjadi kemiripan nama, semua itu hanya kebetulan


Terakhir diubah oleh thetopan tanggal Thu 20 Jan 2011 - 13:22, total 4 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
magi
Vespa Raiders
avatar

Jumlah posting : 341
Localisation : bandung - Yogyakarta,indonesia NRF-IVI 177
Registration date : 02.07.10

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Fri 31 Dec 2010 - 17:41

petromax!!! mantap masgan Laughing
Kembali Ke Atas Go down
http://maginugroho@ymail.com
thetopan
Vespa Team Junior
avatar

Jumlah posting : 604
Age : 37
Localisation : Bandung - Jakarta - Padang - Yogyakarta
Registration date : 02.11.10

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Fri 31 Dec 2010 - 17:47

k


Terakhir diubah oleh thetopan tanggal Thu 20 Jan 2011 - 7:33, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Ocy
Vespa Team Bronze
avatar

Jumlah posting : 2336
Localisation : Medan
Registration date : 09.08.07

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Fri 31 Dec 2010 - 20:27

Artikel Pencerahan Yang Bagus...
Kembali Ke Atas Go down
ad6636bb
Vespa Team Deluxe
avatar

Jumlah posting : 1402
Age : 42
Localisation : rest area
Registration date : 10.06.10

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Thu 20 Jan 2011 - 3:40

i like
Kembali Ke Atas Go down
koenig blues
Vespa Team Deluxe
avatar

Jumlah posting : 1079
Localisation : somewhere peaceful
Registration date : 22.01.10

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Thu 20 Jan 2011 - 11:08

saduran cerita yang menarik untung nama saya bukan ebet Razz
Kembali Ke Atas Go down
inter
Vespa Team Deluxe
avatar

Jumlah posting : 1343
Age : 109
Localisation : NORTH JAKARTA
Registration date : 24.02.09

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Thu 20 Jan 2011 - 11:13

koenig blues wrote:
saduran cerita yang menarik untung nama saya bukan ebet Razz
terus spa ??
Paijo juga bukan kan ?? Razz wkwkwkwk (piss)
Kembali Ke Atas Go down
ad6636bb
Vespa Team Deluxe
avatar

Jumlah posting : 1402
Age : 42
Localisation : rest area
Registration date : 10.06.10

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Thu 20 Jan 2011 - 11:15

opo may
Kembali Ke Atas Go down
inter
Vespa Team Deluxe
avatar

Jumlah posting : 1343
Age : 109
Localisation : NORTH JAKARTA
Registration date : 24.02.09

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Thu 20 Jan 2011 - 11:18

ad6636bb wrote:
opo may
sory td pas chatting ak ketiduran, nguantuk...
Kembali Ke Atas Go down
ad6636bb
Vespa Team Deluxe
avatar

Jumlah posting : 1402
Age : 42
Localisation : rest area
Registration date : 10.06.10

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Thu 20 Jan 2011 - 11:34

turu maneh wae
Kembali Ke Atas Go down
koenig blues
Vespa Team Deluxe
avatar

Jumlah posting : 1079
Localisation : somewhere peaceful
Registration date : 22.01.10

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Thu 20 Jan 2011 - 11:37

inter wrote:
koenig blues wrote:
saduran cerita yang menarik untung nama saya bukan ebet Razz
terus spa ??
Paijo juga bukan kan ?? Razz wkwkwkwk (piss)
saya ebeth bukan ebet Wink
Kembali Ke Atas Go down
thetopan
Vespa Team Junior
avatar

Jumlah posting : 604
Age : 37
Localisation : Bandung - Jakarta - Padang - Yogyakarta
Registration date : 02.11.10

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Thu 20 Jan 2011 - 12:01

koenig blues wrote:
inter wrote:
koenig blues wrote:
saduran cerita yang menarik untung nama saya bukan ebet Razz
terus spa ??
Paijo juga bukan kan ?? Razz wkwkwkwk (piss)
saya ebeth bukan ebet Wink

sayang sekali dicerita ini namanya memang ebeth

Twisted Evil Twisted Evil Twisted Evil Twisted Evil
Kembali Ke Atas Go down
koenig blues
Vespa Team Deluxe
avatar

Jumlah posting : 1079
Localisation : somewhere peaceful
Registration date : 22.01.10

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Thu 20 Jan 2011 - 12:22

thetopan wrote:
koenig blues wrote:
inter wrote:
koenig blues wrote:
saduran cerita yang menarik untung nama saya bukan ebet Razz
terus spa ??
Paijo juga bukan kan ?? Razz wkwkwkwk (piss)
saya ebeth bukan ebet Wink

sayang sekali dicerita ini namanya memang ebeth

Twisted Evil Twisted Evil Twisted Evil Twisted Evil
hmm di rubah lagi ya namanya Sad sepertinya saya harus berhati-hati memberikan nama asli saya kepada anda Bung Arfan Cool
Kembali Ke Atas Go down
thetopan
Vespa Team Junior
avatar

Jumlah posting : 604
Age : 37
Localisation : Bandung - Jakarta - Padang - Yogyakarta
Registration date : 02.11.10

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Thu 20 Jan 2011 - 12:33

koenig blues wrote:
thetopan wrote:
koenig blues wrote:
inter wrote:
koenig blues wrote:
saduran cerita yang menarik untung nama saya bukan ebet Razz
terus spa ??
Paijo juga bukan kan ?? Razz wkwkwkwk (piss)
saya ebeth bukan ebet Wink

sayang sekali dicerita ini namanya memang ebeth

Twisted Evil Twisted Evil Twisted Evil Twisted Evil
hmm di rubah lagi ya namanya Sad sepertinya saya harus berhati-hati memberikan nama asli saya kepada anda Bung Arfan Cool

wah anda mengetahui identitas asli saya?

ternyata anda adalah mata-mata sekutu, anda sudah membongkar semua arsip milik F.B.I.
Kembali Ke Atas Go down
tony prasetyo
Bikers


Jumlah posting : 89
Localisation : Pakujaya-Tangerang
Registration date : 28.12.10

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Thu 20 Jan 2011 - 12:36

thetopan wrote:
Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Topan segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama.

KEbethulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Topan berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Topan bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja.

"Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya sambil terus melaju.
Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti.

Topan menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.

Hey, itu khan Ebeth, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Topan agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

"Hai, Ebeth. Senang sekali ketemu kamu lagi!"
"Hai, Topan." Tanpa senyum.
"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah."

"Oh ya?" Tampaknya Ebeth agak ragu.
Nah, bagus kalau begitu. "Ebeth, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."
"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya aku sering memperhatikanmu menerobos lampu merah di persimpangan ini."

O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Topan harus ganti strategi.

"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning
masih enyala." ... Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
"Ayo dong Topan. Aku melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu."

Dengan ketus Topan menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Ebeth menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Ebeth mengetuk kaca jendela. Topan memandangi wajah Ebeth dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang.Tanpa berkata-kata Ebeth kembali ke posnya.

Topan mengambil surat tilang yang diselipkan Ebeth di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Topan membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Ebeth.

"Dear Topan,
Tahukah kamu Topan, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Topan. Doakan agar permohonan kami terkabulkan.
Berhati-hatilah.

Salam,
Ebeth


Topan terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Ebeth. Namun, Ebeth sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.


Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.


*mohon maaf apabila terjadi kemiripan nama, semua itu hanya kEbethulan

Pencerahan yang mendalam & bermakna....

__________________________________________________

" Kabut Salju......(kendaraan butut asal maju) "

Tony Prasetyo, no.reg. F-IVI: 198
08158122817
Kembali Ke Atas Go down
ebenmhs
Vespa Team Deluxe
avatar

Jumlah posting : 1588
Localisation : Cibinong Bogor
Registration date : 24.07.08

PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   Thu 20 Jan 2011 - 14:20

tony prasetyo wrote:
thetopan wrote:
Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Topan segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama.

KEbethulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Topan berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Topan bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja.

"Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya sambil terus melaju.
Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti.

Topan menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.

Hey, itu khan Ebeth, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Topan agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

"Hai, Ebeth. Senang sekali ketemu kamu lagi!"
"Hai, Topan." Tanpa senyum.
"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah."

"Oh ya?" Tampaknya Ebeth agak ragu.
Nah, bagus kalau begitu. "Ebeth, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."
"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya aku sering memperhatikanmu menerobos lampu merah di persimpangan ini."

O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Topan harus ganti strategi.

"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning
masih enyala." ... Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
"Ayo dong Topan. Aku melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu."

Dengan ketus Topan menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Ebeth menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Ebeth mengetuk kaca jendela. Topan memandangi wajah Ebeth dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang.Tanpa berkata-kata Ebeth kembali ke posnya.

Topan mengambil surat tilang yang diselipkan Ebeth di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Topan membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Ebeth.

"Dear Topan,
Tahukah kamu Topan, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Topan. Doakan agar permohonan kami terkabulkan.
Berhati-hatilah.

Salam,
Ebeth


Topan terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Ebeth. Namun, Ebeth sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.


Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.


*mohon maaf apabila terjadi kemiripan nama, semua itu hanya kEbethulan

Pencerahan yang mendalam & bermakna....

__________________________________________________

" Kabut Salju......(kendaraan butut asal maju) "

Tony Prasetyo, no.reg. F-IVI: 198
08158122817




Saya suka dengan cerita ini moga ada manfaatnya
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Suka menerobos lampu merah?   

Kembali Ke Atas Go down
 
Suka menerobos lampu merah?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» cari stang vespa dan lampu spakbor
» spul pengapian ps 82 copot
» mau tambah lampu
» upgrade lampu depan VBA
» fitting lampu alternatif excel

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Ikatan Vespa Indonesia :: Lain-lain :: Out of Topic (OOT)-
Navigasi: